Akhirnya…..setelah 11 tahun penantian, hari yang ditunggu datang juga. Setelah melewati beberapa kali perubahan jadwal, akhirnya kloter gw yaitu kloter 52 berangkat juga tanggal 26 Mei 2025 hari Selasa. Jujur aja yah, ini kayaknya hari paling melegakan seumur hidup gw deh, soalnya tanggal keberangkatan haji kloter gw ini sempet diundur beberapa hari. Kan udah was - was yah hati ini..kuatir ga jadi berangkat. Huhu..separno itulah gw! Ada banyak kasus di berita tv, yang sudah sampai bandara tapi gagal berangkat karena visa nya bermasalah. Bahkan papa gw sempet nelpon gw pas tau tanggal keberangkatan gw diundur, ternyata yang kuatir ga cuma gw doang.
Dan tibalah hari ini...Alhamdulillah orang tua gw dan orang tua suami, berserta anak-anak dan keluarga yang lain ikut mengantar sampai titik kumpul keberangkatan di Masjid Raya Bogor. Rasanya sedih karena mau ninggalin mereka selama 40 hari tapi excited juga karena ini momen yang sudah kita tunggu sejak lama.
Sampailah kami di Asrama Haji Bekasi, Pondok Gede. Disitu calon jamaah haji diperiksa dokumen dan kesehatan lagi, kami juga dibagikan living cost sebesar 750 SAR dan gelang haji serta perlengkapan lainnya seperti obat-obatan. Kami menginap semalam disini, alhamdulillah gw kedapetan gedung asrama haji yang baru. Interior dan eksteriornya jadi seperti hotel. Makan pun kami di restoran hotel, lucunya menunya dibuat sangat ramah lambung. Ga ada yang terlalu pedas dan terlalu asam, semua menu dibuat supaya nyaman untuk semua kondisi kesehatan para jamaah. Gw juga ga lupa untuk berkunjung ke booth provider handphone, untuk mengecek apakah paket kuota haji yang gw beli di bogor sudah aktif atau belum.
Paginya setelah sarapan kami langsung diantar ke Bandara Soekarno Hatta terminal 2. Untuk mempersingkat waktu, bawaan kami sudah dicek saat keluar asrama haji, barang elektronik seperti rice cooker dan setrika sudah pasti ga boleh dibawa, jadi saat masuk bandara sudah tidak diperiksa lagi. Lucunya, saat di asrama haji gw dapet mens.. duuh langsung sedih deh, karena ga bisa ikut umroh pas sampe Mekkah nanti.. Tapi gw ga sendirian, para akhwat yang dapet mens janjian nanti umroh susulannya barengan. Lumayan berkurang sedihnya, karena banyak temennya.. Heheh…
Pesawat yang kita tumpangi adalah Saudia Airlines, tanpa transit langsung menuju ke Jeddah. Walaupun banyak mengalami turbulensi, tapi ga tau kenapa gw lebih tenang. Padahal guncangannya lumayan banget loh.. mungkin karena saat itu gw udah ikhlas ya apapun yang terjadi sudah ditakdirkan Allah, gw berdoa saja minta perlindunganNya. Saat pesawat melewati daerah Yalamlam pramugari mengingatkan kami untuk bersiap melakukan pengambilan miqat. Yang artinya mulai saat itu kita sudah dalam keadaan ihram, Miqat ini jadi salah satu syarat sah tidaknya haji atau umroh kita. Setelah mengucap niat berhaji kami semua bertalbiyah bersama. Waah..vibesnya langsung beda gitu.. Bismillahirrahmanirrahiiim..bimbinglah dan lancarkan ibadah kami ya Allah...
Alhamdulillah.. sampai Jeddah sudah jam 4 sore, kami disambut dengan kalungan bunga dan dikasih kurma oleh patugas haji dari Arab Saudi, what a warm welcome.. Keluar imigrasi kami langsung diarahkan untuk berbaris rapi dan naik bus yang sudah berderet rapi di parkiran bandara. Proses di bandara Jeddah sangat cepat, sampai Mulai memasuki Mekkah, pemeriksaan oleh polisi Mekkah sangat ketat. Bis kami distop lalu ada polisi yang masuk kedalam bis, dan mengecek satu persatu kelengkapan identitas kami. Suasana jadi mencekam seperti mau masuk kamp militer gitu. Huhuhu...seremmm... soalnya beberapa teman di rombongan kami ada yang belum bisa nusuk nya. Nusuk itu semacam aplikasi untuk mendaftarkan diri kita saat umroh atau haji. Jadi ga cukup hanya pakai paspor dan visa..
Apakah bis kami akhirnya bisa masuk Mekkah dengan pemeriksaan super ketat itu?!?! Jawabannya ada di next post ya...






Comments